Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan

Selasa, 24 Januari 2012

Me a Smoker!!!!!

Semilir aroma nikotin menyeruak keseluruh ruangan
Asapnya sengaja kau hirup dalam-dalam
Keluar menyelinap lewat hidung
Lalu marasuk ke rongga paru-paru
yang telah terbiasa kau beri makan kepulan asap
yang setiap harinya setia menampung zat kimia berbahaya
rokok, adalah sahabat setia
tak peduli dirimu susah maupun senang
batangnya tak pernah libur kau hisap
abunya tak pernah lupa kau jentikan dengan jemari
bukan hanya kesenangan yang dicari
tapi kesetiaan dari sebatang rokok
yang tak pernah meninggalkanmu
dan yang tak pernah akan kau tinggalkan...
Sumber : http://fiksi.kompasiana.com/puisi/2011/08/21/puisi-rokok/
»»  READMORE...

Sabtu, 21 Januari 2012

Beri Daku Sumba

Di Uzbekistan, ada padang terbuka dan berdebu
aneh, aku jadi ingat pada Umbu
Rinduku pada Sumba adalah rindu padang-padang terbuka
Di mana matahari membusur api di atas sana
Rinduku pada Sumba adalah rindu peternak perjaka
Bilamana peluh dan tenaga tanpa dihitung harga
Tanah rumput, topi rumput dan jerami bekas rumput
Kleneng genta, ringkik kuda dan teriakan gembala
Berdirilah di pesisir, matahari ‘kan terbit dari laut
Dan angin zat asam panas dikipas dari sana
Beri daku sepotong daging bakar, lenguh kerbau dan sapi malam hari
Beri daku sepucuk gitar, bossa nova dan tiga ekor kuda
Beri daku cuaca tropika, kering tanpa hujan ratusan hari
Beri daku ranah tanpa pagar, luas tak terkata, namanya Sumba
Rinduku pada Sumba adalah rindu seribu ekor kuda
Yang turun menggemuruh di kaki bukit-bukit yang jauh
Sementara langit bagai kain tenunan tangan, gelap coklat tua
Dan bola api, merah padam, membenam di ufuk teduh
Rinduku pada Sumba adalah rindu padang-padang terbuka
Di mana matahari bagai bola api, cuaca kering dan ternak melenguh
Rinduku pada Sumba adalah rindu seribu ekor kuda
Yang turun menggemuruh di kaki bukit-bukit yang jauh.
Taufiq Ismail (1970 )
»»  READMORE...